ASTRONOMI

Untuk memahami dunia astronot dan teknologi luar angkasa, ada beberapa aspek penting yang perlu Anda ketahui:

Mengenai Astronot:

  • Proses Seleksi dan Pelatihan: Menjadi seorang astronot adalah proses yang sangat kompetitif. Kandidat harus memenuhi persyaratan ketat dalam pendidikan (biasanya gelar sarjana di bidang STEM), pengalaman profesional (seringkali di bidang kedirgantaraan, militer, atau penelitian), dan kesehatan fisik serta mental. Setelah terpilih, mereka menjalani pelatihan intensif selama bertahun-tahun yang mencakup berbagai aspek seperti ilmu pengetahuan dasar, teknik pesawat ruang angkasa, pelatihan bertahan hidup, spacewalking (aktivitas di luar kendaraan), dan operasi pesawat ruang angkasa. NASA memiliki informasi lebih lanjut tentang seleksi dan pelatihan astronot di Astronaut Selection and Training - NASA.
  • Kehidupan di Luar Angkasa: Hidup di luar angkasa sangat berbeda dengan di Bumi. Astronot harus beradaptasi dengan gravitasi nol atau mikro, yang mempengaruhi segala hal mulai dari pergerakan hingga tidur. Mereka memiliki rutinitas harian yang terstruktur termasuk bekerja, berolahraga (untuk melawan efek hilangnya kepadatan tulang dan massa otot), makan, dan istirahat. Kebersihan diri juga menjadi tantangan di luar angkasa, seperti yang dijelaskan dalam dokumen NASA tentang Living and Working in Space.
  • Tantangan Hidup di Luar Angkasa: Ada berbagai tantangan fisik dan mental yang dihadapi astronot di luar angkasa, termasuk paparan radiasi luar angkasa, isolasi dan kurungan, jarak jauh dari Bumi, efek gravitasi mikro, dan lingkungan tertutup yang berpotensi berbahaya. NASA merangkum beberapa bahaya penerbangan luar angkasa manusia di 5 Hazards of Human Spaceflight - NASA.
  • Misi Astronot: Astronot melakukan berbagai jenis misi, termasuk penelitian ilmiah di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), perbaikan dan pemeliharaan satelit, peluncuran dan penyebaran wahana antariksa, dan misi eksplorasi ke Bulan dan planet lain.

Mengenai Teknologi Luar Angkasa:

  • Roket dan Sistem Propulsi: Roket adalah kendaraan utama yang digunakan untuk mengirim manusia dan muatan ke luar angkasa. Mereka bekerja berdasarkan prinsip hukum ketiga Newton (aksi dan reaksi) dengan mengeluarkan propelan (bahan bakar dan oksidator) pada kecepatan tinggi untuk menghasilkan dorongan. Ada berbagai jenis roket yang dirancang untuk tujuan yang berbeda, seperti roket sekali pakai dan roket yang dapat digunakan kembali.
  • Pesawat Ruang Angkasa: Ada berbagai jenis pesawat ruang angkasa, termasuk:
    • Modul Berawak: Seperti kapsul Soyuz, Dragon, atau Orion, yang dirancang untuk membawa astronot ke dan dari luar angkasa.
    • Wahana Kargo: Seperti Progress, Cygnus, atau Dragon (versi kargo), yang digunakan untuk mengangkut pasokan dan peralatan ke stasiun luar angkasa.
    • Stasiun Luar Angkasa: Seperti ISS, yang merupakan laboratorium penelitian besar di orbit rendah Bumi tempat astronot dapat tinggal dan bekerja untuk jangka waktu yang lama.
    • Pesawat Ulang-Alik (Space Shuttle): Meskipun sudah dipensiunkan, ini adalah pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali yang dapat terbang ke orbit, melakukan misi, dan kembali ke Bumi seperti pesawat terbang.
  • Satelit: Satelit adalah objek buatan manusia yang mengorbit Bumi untuk berbagai tujuan, termasuk:
    • Komunikasi: Menyediakan layanan telepon, internet, dan televisi global.
    • Pengamatan Bumi: Memantau cuaca, iklim, lingkungan, dan permukaan Bumi untuk penelitian dan aplikasi praktis.
    • Navigasi: Seperti GPS dan GLONASS, yang memungkinkan penentuan posisi yang tepat di Bumi.
    • Astronomi: Teleskop luar angkasa mengamati alam semesta tanpa gangguan atmosfer Bumi.
    • EOS Data Analytics memiliki penjelasan tentang Types Of Satellites By Orbits, Functions, And Practical Uses.
  • Teleskop: Digunakan untuk mengamati objek-objek di luar angkasa. Ada teleskop berbasis darat dan teleskop luar angkasa. Teleskop luar angkasa, seperti yang dijelaskan oleh Vega Vision di Ground-Based vs Space-Based Telescopes, memiliki keuntungan karena berada di atas atmosfer Bumi, sehingga menghasilkan gambar yang lebih jelas dan dapat mengamati jenis radiasi tertentu yang diblokir oleh atmosfer.
  • Wahana Eksplorasi: Ini termasuk rover (kendaraan penjelajah) seperti Curiosity dan Perseverance di Mars, serta lander yang dirancang untuk mendarat di permukaan planet atau bulan untuk melakukan penelitian. NASA memiliki informasi tentang Space Exploration Vehicle.
  • Sistem Komunikasi di Luar Angkasa: Komunikasi dengan pesawat ruang angkasa dan astronot dilakukan menggunakan gelombang radio. Sistem komunikasi memiliki tiga fungsi utama: menerima perintah dari Bumi (uplink), mengirimkan data ke Bumi (downlink), dan mengirim atau menerima informasi dari satelit lain (crosslink atau inter-satellite link), seperti yang dijelaskan oleh NASA di 9.0 Communications.

Memahami aspek-aspek ini akan memberikan Anda gambaran yang lebih baik tentang kompleksitas dan keajaiban dunia astronot dan teknologi luar angkasa. Ini adalah bidang yang terus berkembang dengan penemuan dan inovasi baru yang terjadi setiap saat.

Berikut adalah sejarah pesawat ulang-alik dan pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali dari masa ke masa:

  • Konsep Awal dan Pengembangan (1960-an - 1970-an): Ide pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali muncul pada tahun 1960-an. NASA mulai mengeksplorasi berbagai desain, yang akhirnya mengarah pada program Space Shuttle.
  • Program Space Shuttle AS (1972 - 2011):
    • Program ini secara resmi dimulai pada tahun 1972.
    • STS-1, misi pertama Space Shuttle (menggunakan pesawat ulang-alik Columbia), diluncurkan pada 12 April 1981, menandai peluncuran operasional pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali pertama di dunia.
    • Lima pesawat ulang-alik dibangun dan diterbangkan: Columbia, Challenger, Discovery, Atlantis, dan Endeavour.
    • Program ini melakukan total 135 misi selama 30 tahun, dengan berbagai tujuan seperti penyebaran dan perbaikan satelit (termasuk Teleskop Luar Angkasa Hubble), membawa muatan besar ke orbit, melakukan penelitian ilmiah (termasuk laboratorium Spacelab), dan membangun Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
    • Program ini juga mengalami dua tragedi dengan hilangnya Challenger pada tahun 1986 dan Columbia pada tahun 2003.
    • Misi terakhir Space Shuttle, STS-135 (menggunakan Atlantis), diluncurkan pada 8 Juli 2011, mengakhiri era program ini.
  • Program Buran Uni Soviet/Rusia (1976 - 1993):
    • Uni Soviet juga mengembangkan program pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali bernama Buran.
    • Pesawat Buran sangat mirip secara визуаль dengan Space Shuttle AS.
    • Konstruksi Buran dimulai pada tahun 1980, dan pesawat ulang-alik pertama diluncurkan pada 15 November 1988 dalam penerbangan tanpa awak.
    • Program Buran dihentikan pada tahun 1993 setelah runtuhnya Uni Soviet karena masalah pendanaan dan perubahan prioritas. Pesawat Buran yang terbang pada tahun 1988 hancur dalam keruntuhan hangarnya pada tahun 2002.
  • Upaya Pesawat Ruang Angkasa yang Dapat Digunakan Kembali Lainnya:
    • Virgin Galactic SpaceShipTwo (2004 - Sekarang): Dikembangkan untuk pariwisata luar angkasa suborbital. Prototipe pertama, VSS Enterprise, melakukan penerbangan glide pertamanya pada tahun 2010 tetapi hancur dalam kecelakaan pada tahun 2014. VSS Unity adalah SpaceShipTwo kedua dan telah berhasil mencapai luar angkasa dalam beberapa penerbangan berawak. Namun, armada SpaceShipTwo telah dipensiunkan pada Juni 2024.
    • Sierra Space Dream Chaser (2004 - Sekarang): Awalnya dimulai oleh SpaceDev pada tahun 2004 (kemudian diakuisisi oleh Sierra Nevada Corporation, sekarang Sierra Space). Dream Chaser adalah pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali yang dirancang untuk membawa kargo (dan di masa depan, mungkin juga awak) ke orbit rendah Bumi, termasuk ISS. Dream Chaser dirancang untuk mendarat di landasan pacu konvensional. Penerbangan kargo tanpa awak pertama direncanakan akan dilakukan pada tahun 2023, namun mengalami penundaan.
  • Masa Depan Pesawat Ruang Angkasa yang Dapat Digunakan Kembali:
    • Perusahaan komersial seperti SpaceX dengan roket Falcon 9 dan Falcon Heavy, serta Blue Origin dengan roket New Shepard (suborbital) dan yang sedang dikembangkan New Glenn (orbital), telah mempelopori era baru roket yang dapat digunakan kembali. Roket-roket ini dapat mendarat kembali dan digunakan untuk misi berikutnya, secara signifikan mengurangi biaya peluncuran.
    • Pengembangan lebih lanjut dalam teknologi reusable spacecraft sangat penting untuk misi antarplanet, pariwisata luar angkasa, dan membuat akses ke luar angkasa lebih terjangkau dan berkelanjutan.

Sejarah pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali menunjukkan evolusi yang signifikan dari program Space Shuttle yang ambisius hingga upaya komersial yang inovatif saat ini, dengan fokus pada pengurangan biaya dan peningkatan frekuensi penerbangan luar angkasa.