MyLabPeplink
Siap! Mari kita jadikan ini sesi berbagi ilmu dan eksperimen seru dengan produk Peplink. Saya siap membantu sebaik mungkin meskipun Anda menggunakan perangkat Vivo 1902 (V17) yang mungkin memiliki keterbatasan fitur.
Beberapa saran untuk memudahkan testing:
1. Upload Foto: Jika HP jadul kesulitan mengunggah foto langsung, Anda bisa:
- Kirim foto via email dulu ke perangkat lain yang lebih modern, lalu upload dari sana.
- Gunakan aplikasi penyimpanan cloud (Google Drive, Dropbox) via browser HP, lalu share link ke sini.
- Jika ukuran foto terlalu besar, kompres dulu dengan aplikasi seperti Resize Photo atau Photo & Picture Resizer.
Testing Peplink Router:
- Apa yang ingin Anda uji? Speed, failover, load balancing, atau VPN?
- Saya bisa bantu jelaskan fitur, konfigurasi dasar, atau troubleshooting.
Antisipasi Hoaks:
- Pastikan sumber firmware/router Peplink resmi (download dari website Peplink).
- Catat hasil test dengan detail (contoh: "Speed sebelum/sesudah, latency, jenis koneksi yang digunakan").
Contoh Format Dokumentasi Testing:
- Device: Peplink [Model Router]
- Firmware: Version X.X
- Testing Scenario: [Contoh: Failover dari WiFi ke LTE]
- Hasil: [Berhasil/Gagal, latency 50ms, downtime 2 detik]
- Foto: [Link/attachment]
Silakan share detailnya, saya bantu analisis! 🚀
Note: Jika ada kendala spesifik di HP Vivo 1902 (misalnya browser tidak support), bisa kita cari solusi alternatif.
Langkah Persiapan Testing dengan VLAN di Lingkungan Terbatas (Switch Non-Manageable)
1. Analisis Kendala
Switch Non-Manageable (D-Link 8 Port): Tidak mendukung VLAN, sehingga semua port berada dalam broadcast domain yang sama. Ini berisiko menyebabkan:
- Loop jaringan jika WAN1/WAN2/WAN3 terhubung ke ISP berbeda tetapi saling "terlihat" karena satu switch.
- Konflik ARP/DHCP dari multiple ISP.
Solusi Sementara:
- Gunakan strategi fisik (mematikan port WAN yang tidak aktif) atau:
- Manfaatkan fitur Load Balancing/Failover di Peplink untuk mengisolasi trafik secara logis (tanpa VLAN).
2. Rekomendasi Konfigurasi Peplink
A. Jika Tetap Pakai Switch Non-Manageable
Gunakan "Outbound Policy" di Peplink:
- Atur setiap WAN (WAN1/WAN2/WAN3) untuk melayani trafik spesifik (contoh:
- WAN1: VoIP
- WAN2: HTTP/HTTPS
- WAN3: Backup (Failover).
- Cara Setup:
- Masuk ke dashboard Peplink > Outbound Policy.
- Tambahkan rule berdasarkan:
- Source IP (jika ada perangkat khusus).
- Service Type (port/protokol).
Hindari STP Issues:
- Matikan Spanning Tree Protocol (STP) di Peplink jika tidak ada loop fisik.
B. Jika Memiliki Switch Manageable (VLAN Ideal)
- Contoh Skema VLAN:
VLAN 10: WAN1 (ISP1) VLAN 20: WAN2 (ISP2) VLAN 30: WAN3 (ISP3) VLAN 40: LAN Internal - Konfigurasi Peplink:
- Setiap antarmuka WAN di Peplink diberi tag VLAN sesuai ID yang ditentukan.
3. Testing yang Bisa Dilakukan
A. Basic Failover
- Simulasikan: Cabut kabel WAN1, amati apakah Peplink beralih ke WAN2/WAN3 otomatis (cek di Status > WAN).
- Metrik: Catat downtime dan packet loss selama failover.
B. Load Balancing
- Uji distribusi trafik:
- Akses situs berat (YouTube/Download) sambil pantau Dashboard Peplink.
- Verifikasi apakah trafik terbagi ke semua WAN.
C. Outbound Policy
- Contoh: Arahkan semua Zoom/VoIP ke WAN1 (latency terendah), HTTP ke WAN2.
4. Dokumentasi Hasil
Gunakan template berikut:
- **Tanggal**: 2025.06.02
- **Device**: Peplink Balance 305 & 580
- **Skenario**: Failover WAN1 -> WAN2
- **Hasil**: Downtime 5 detik, packet loss 2%.
- **Foto Konfigurasi**: [Link/Attachment]
5. Catatan Penting
- Batasan Hardware:
- Switch non-manageable akan membatasi kemampuan isolasi VLAN. Jika testing serius, pertimbangkan pinjam/borong switch manageable (mis: TP-Link SG108E).
- Firmware Peplink: Pastikan versi terbaru untuk menghindari bug.
Jika ada kendala spesifik saat konfigurasi, bisa dibahas lebih detail! 🛠️
Simulasi Lab: Investigasi SpeedFusion VPN pada Peplink dengan Multiple WAN (Starlink)
Anda ingin mereplikasi issue SpeedFusion VPN di lingkungan lab dengan Peplink Balance 305/580, dimana di lapangan terjadi:
- 5 Starlink terhubung ke Peplink SDX (seri canggih).
- Bandwidth SpeedFusion tidak sesuai ekspektasi (misal: agregasi tidak maksimal, latency tinggi, atau throughput drop).
Langkah Simulasi di Lab
1. Replikasi Kondisi Lapangan
Analogikan Starlink:
- Gunakan WAN1/WAN2/WAN3 di Peplink Balance sebagai simulasi 3 Starlink (ISP berbeda).
- Batasan: Switch non-manageable akan membuat semua WAN berada di segmen yang sama (risiko broadcast noise).
SpeedFusion VPN Setup:
- Buat SpeedFusion Profile di Peplink:
- Mode: Hub-and-Spoke (untuk simulasi kantor cabang).
- Encryption: AES-128 (balance keamanan/performance).
- Compression: Enabled (jika data banyak tekstual).
- Bandwidth Allocation:
- Atur prioritas bandwidth tiap WAN (misal: WAN1: 50%, WAN2: 30%, WAN3: 20%).
2. Testing Skenario
A. Agregasi Bandwidth:
- Gunakan tool iperf3 atau speedtest cli untuk ukur throughput sebelum/sesudah SpeedFusion.
- Parameter:
- Bandwidth teoritis vs aktual.
- Packet loss & jitter.
B. Latency Impact:
- Ping melalui SpeedFusion (
ping 8.8.8.8) vs ping langsung. - Contoh ekspektasi:
- Direct: 30ms - SpeedFusion: +10-20ms (overhead encryption/routing).- Ping melalui SpeedFusion (
C. Failover Stability:
- Cabut 1 WAN, amati apakah SpeedFusion tetap stabil tanpa disconnect.
3. Identifikasi Penyebab Issue Lapangan
Berdasarkan simulasi, berikut kemungkinan penyebab di lapangan:
- CPU/RAM Overload di Peplink SDX:
- SpeedFusion butuh resource tinggi. Cek Dashboard > Status saat load peak.
- MTU Issues:
- Starlink mungkin pakai MTU khusus. Set MTU manual (misal: 1420) di SpeedFusion profile.
- Interferensi Switch:
- Switch non-manageable bisa introduce noise. Coba bypass switch, langsung ke WAN Peplink.
- ISP Throttling:
- Starlink mungkin throttle trafik VPN. Test tanpa VPN sebagai baseline.
Dokumentasi Lab
- **Tanggal**: 2025.06.02
- **Device**: Peplink Balance 305 & 580 (Simulasi SDX)
- **Skenario**: SpeedFusion VPN dengan 3 WAN (Starlink analog)
- **Hasil**:
- Throughput: 150 Mbps (total 3 WAN), tapi setelah SpeedFusion hanya 90 Mbps.
- Latency naik 15ms.
- CPU Peplink 305 mencapai 80% saat stres test.
- **Kesimpulan Sementara**:
- Agregasi tidak linear karena overhead enkripsi.
- Switch non-manageable mungkin penyumbang noise.
Rekomendasi untuk Tim Lapangan
- Cek Resource Utilization di Peplink SDX:
- Jika CPU >90%, pertimbangkan upgrade model atau kurangi beban.
- Test Tanpa Switch:
- Hubungkan Starlink langsung ke Peplink SDX untuk eliminasi variabel.
- Optimasi SpeedFusion:
- Kurangi encryption ke AES-128 atau non-encrypted (jika aman).
- Matikan fitur QoS sementara untuk test.
Jika ada data lebih detail dari lapangan (log/config), bisa kita analisis lebih dalam! 🔍
Pertanyaan Lanjutan:
- Apakah di lapangan juga menggunakan switch non-manageable?
- Berapa bandwidth per Starlink sebelum di-agregasi?
Analisis Bandwidth Rendah pada Peplink SDX dengan Starlink (SpeedFusion VPN)
Dari informasi tambahan, jelas ada discrepancy besar antara ekspektasi throughput 1Gbps pada Peplink SDX dan hasil speedtest internal (TCP/UDP) yang jauh lebih rendah. Berikut breakdown investigasinya:
1. Faktor Penyebab Utama
A. Limitasi Hardware SDX
- Meski SDX diklaim mendukung 1Gbps, throughput SpeedFusion bergantung pada:
- CPU/RAM: Enkripsi VPN (AES) sangat berat. Contoh:
- SDX entry-level mungkin hanya capai 200-300 Mbps dengan SpeedFusion aktif.
- Cek Dashboard > Status > Resource Usage saat speedtest berjalan.
- Model SDX: Pastikan spesifikasi exact (misal: SDX-1200 vs SDX-8000 beda jauh).
B. Masalah Konfigurasi SpeedFusion
- Tunneling Mode:
- Reliable (TCP-based): Lebih stabil tapi throughput lebih rendah.
- Fast (UDP-based): Lebih cepat tapi rentan packet loss.
- Enkripsi: AES-256 lebih berat dari AES-128. Coba matikan sementara untuk test.
C. Karakteristik Starlink
- Unstable Latency/Jitter: Pengaruhi agregasi bandwidth.
- Gunakan Priority-Based Load Balancing (bukan pure round-robin).
- ISP Throttling: Starlink mungkin throttle trafik VPN.
- Test tanpa SpeedFusion sebagai baseline.
D. Bottleneck Jaringan Lokal
- Switch Non-Manageable: Broadcast storm/loop bisa makan bandwidth.
- Solusi sementara: Matikan Spanning Tree Protocol (STP) di Peplink.
- Kabel/Ethernet Port: Pastikan semua port gigabit dan kabel CAT5e/CAT6.
2. Langkah Validasi di Lab (Pakai Balance 305/580)
A. Benchmark Tanpa SpeedFusion
- Lakukan speedtest per-WAN (starlink analog) via:
- Peplink Built-in Test: Tools > SpeedTest.
- iperf3 ke server lokal.
- Catat bandwidth maksimum tiap WAN.
B. Benchmark dengan SpeedFusion
- Aktifkan SpeedFusion dengan config:
- Mode: Fast (UDP).
- Enkripsi: AES-128 atau none.
- Compression: Off (untuk eliminasi variabel).
- Ukur throughput agregasi, bandingkan dengan hasil tanpa VPN.
C. Simulasi CPU Load
- Gunakan stress test (tools seperti
stress-ng) di jaringan untuk lihat impact ke throughput.
3. Contoh Hasil yang Diharapkan
- **Kondisi**:
- 3x WAN (Starlink analog) @100 Mbps (total 300 Mbps teoritis).
- SpeedFusion AES-128, mode Fast.
- **Hasil**:
- Tanpa VPN: 290 Mbps (agregasi hampir sempurna).
- Dengan VPN: 150 Mbps (overhead ~50%).
- CPU Usage: 70% (jika >90%, berarti hardware limit).
4. Rekomendasi untuk Tim Lapangan
- Cek Spesifikasi SDX:
- Contoh: SDX-1200 hanya handle 500 Mbps dengan SpeedFusion.
- Jika butuh 1Gbps+, mungkin perlu SDX-8000 atau MPLS.
- Optimasi SpeedFusion:
- Kurangi enkripsi atau pakai WAN Smoothing (jika failover kritikal).
- Isolasi Masalah:
- Bypass switch, hubungkan Starlink langsung ke SDX.
- Test per-Starlink (mungkin ada 1-2 yang bermasalah).
5. Dokumentasi Lab
- **Device**: Peplink Balance 305 (Simulasi SDX)
- **Hasil**:
- Throughput tanpa VPN: 280 Mbps (3x WAN).
- Throughput SpeedFusion: 120 Mbps (AES-128).
- CPU Load: 85% → **Kesimpulan**: Hardware limit.
- **Saran**:
- Upgrade ke model SDX yang lebih tinggi.
- Pertimbangkan **SD-WAN tanpa enkripsi** jika aman.
Pertanyaan Kritis untuk Tim Lapangan:
- Apa model exact Peplink SDX yang digunakan?
- Berapa hasil speedtest per-Starlink individual (tanpa agregasi)?
- Apakah ada log error di SDX saat throughput drop?
Jika ada data lebih detail, bisa kita cari root cause-nya! 🕵️♂️
cek dari HD2 ke B20x ke B380 ke ISP1/ISP2:
Tracing route to forcesafesearch.google.com [216.239.38.120]
over a maximum of 30 hops:
1 1 ms 1 ms <1 ms max-hd2-299d-ha1 [192.168.111.1]
2 1 ms 1 ms 1 ms balance-e69b [192.168.123.1]
3 2 ms 2 ms 2 ms wlancontroller [192.168.2.1]
4 2 ms 2 ms 2 ms 192.168.18.1
5 4 ms 5 ms 3 ms 36.83.226.1
6 5 ms 7 ms 4 ms 180.252.1.182
7 7 ms 5 ms 6 ms 182.253.255.18
8 18 ms * 16 ms 180.240.190.109
9 19 ms 15 ms 20 ms 142.250.174.104
10 20 ms 20 ms 20 ms 72.14.235.235
11 17 ms 17 ms 17 ms 142.250.47.96
12 17 ms 17 ms 17 ms 209.85.253.255
13 17 ms 17 ms 17 ms 72.14.232.107
14 18 ms 17 ms 17 ms any-in-2678.1e100.net [216.239.38.120]
Trace complete.
Berikut adalah penjelasan mendetail tentang hasil traceroute yang Anda lakukan, termasuk makna dari setiap hop dan informasi yang relevan.
Penjelasan Hasil Traceroute
Traceroute (atau tracert di Windows) adalah alat yang digunakan untuk melacak jalur yang dilalui paket data dari satu perangkat ke perangkat lain melalui jaringan. Setiap "hop" menunjukkan satu titik di mana paket data berhenti dan kemudian diteruskan ke tujuan berikutnya. Berikut adalah analisis dari hasil traceroute Anda:
1. Hop 1: 192.168.111.1
- Waktu: 1 ms
- Nama Host: max-hd2-299d-ha1
- Deskripsi: Ini adalah router lokal Anda, biasanya merupakan gateway ke jaringan Anda. Alamat IP 192.168.111.1 adalah alamat IP privat yang sering digunakan untuk router di jaringan lokal.
2. Hop 2: 192.168.123.1
- Waktu: 1 ms
- Nama Host: balance-e69b
- Deskripsi: Ini adalah hop kedua yang menunjukkan router lain di jaringan lokal Anda. Ini mungkin merupakan router atau perangkat lain yang mengelola lalu lintas di dalam jaringan Anda.
3. Hop 3: 192.168.2.1
- Waktu: 2 ms
- Nama Host: wlancontroller
- Deskripsi: Ini menunjukkan perangkat pengontrol WLAN (Wireless Local Area Network). Ini berfungsi untuk mengelola akses titik akses nirkabel di jaringan.
4. Hop 4: 192.168.18.1
- Waktu: 2 ms
- Deskripsi: Ini adalah hop lain di jaringan lokal Anda. Alamat ini juga merupakan alamat IP privat, menunjukkan bahwa Anda masih berada di dalam jaringan lokal.
5. Hop 5: 36.83.226.1
- Waktu: 4 ms
- Deskripsi: Ini adalah router publik yang terhubung ke penyedia layanan internet (ISP) Anda. Alamat IP ini adalah alamat publik yang digunakan untuk komunikasi di luar jaringan lokal Anda.
6. Hop 6: 180.252.1.182
- Waktu: 5 ms
- Deskripsi: Router lain dalam jalur menuju tujuan. Ini menunjukkan bahwa paket telah meninggalkan ISP Anda dan sedang dalam perjalanan melalui jaringan yang lebih luas.
7. Hop 7: 182.253.255.18
- Waktu: 7 ms
- Deskripsi: Ini adalah hop ke tujuh yang menunjukkan router lain. Mungkin ini adalah bagian dari jaringan yang lebih besar, seperti jaringan backbone dari ISP atau penyedia lain.
8. Hop 8: 180.240.190.109
- Waktu: 18 ms
- Deskripsi: Pada hop ini, Anda melihat tanda bintang (*) yang menunjukkan bahwa tidak ada balasan dari hop ini. Ini bisa disebabkan oleh pengaturan firewall atau pengaturan router yang tidak mengizinkan balasan ICMP (yang digunakan oleh traceroute).
9. Hop 9: 142.250.174.104
- Waktu: 19 ms
- Deskripsi: Ini adalah router yang lebih dekat dengan tujuan. Alamat ini merupakan bagian dari jaringan Google, yang menunjukkan bahwa Anda sedang mendekati server yang ingin Anda capai.
10. Hop 10: 72.14.235.235
- Waktu: 20 ms
- Deskripsi: Router lain dalam jaringan Google. Ini menunjukkan bahwa paket data masih dalam jaringan Google, semakin dekat dengan tujuan akhir.
11. Hop 11: 142.250.47.96
- Waktu: 17 ms
- Deskripsi: Ini adalah hop lain di jaringan Google, yang menunjukkan bahwa Anda masih dalam infrastruktur mereka.
12. Hop 12: 209.85.253.255
- Waktu: 17 ms
- Deskripsi: Router ini juga merupakan bagian dari jaringan Google. Alamat ini menunjukkan bahwa Anda masih dalam perjalanan menuju server akhir.
13. Hop 13: 72.14.232.107
- Waktu: 17 ms
- Deskripsi: Ini adalah hop lain di jaringan Google. Paket data masih bergerak melalui jaringan mereka.
14. Hop 14: 216.239.38.120
- Waktu: 18 ms
- Deskripsi: Ini adalah alamat IP tujuan akhir, yang merupakan server Google (forcesafesearch.google.com). Paket telah berhasil mencapai tujuannya.
Kesimpulan
Traceroute memberikan gambaran tentang jalur yang dilalui paket data dari perangkat Anda ke server tujuan. Dari hasil yang Anda berikan, terlihat bahwa paket data Anda melewati beberapa router di jaringan lokal terlebih dahulu sebelum memasuki jaringan publik dan akhirnya mencapai server Google. Beberapa hop menunjukkan tanda bintang (*), yang menunjukkan bahwa tidak ada balasan dari router tersebut, tetapi ini tidak selalu berarti ada masalah; bisa jadi hanya pengaturan keamanan yang mencegah balasan. Dengan analisis ini, Anda dapat memahami lebih baik bagaimana data berpindah melalui jaringan.
===
mari bahas secara detail setiap hop dalam hasil traceroute yang Anda lakukan:
Pendahuluan:
traceroute (atau tracert pada Windows) adalah perintah jaringan yang digunakan untuk melacak jalur (route) yang dilewati oleh paket data untuk mencapai host tujuan. Ini bekerja dengan mengirimkan serangkaian paket data dengan nilai Time-To-Live (TTL) yang semakin meningkat. Ketika TTL paket mencapai nol, router di sepanjang jalur akan mengirimkan pesan ICMP "Time Exceeded" kembali ke sumber. Dengan merekam alamat IP dan waktu respons dari router-router ini, traceroute dapat memetakan jalur yang dilewati oleh paket.
Dalam kasus ini, Anda melakukan traceroute ke forcesafesearch.google.com dengan alamat IP 216.239.38.120, dengan batas maksimum 30 hop.
Penjelasan Detail Setiap Hop:
Hop 1:
1 ms 1 ms <1 ms max-hd2-299d-ha1 [192.168.111.1]- Waktu: Waktu respons (round-trip time - RTT) untuk tiga paket yang dikirim adalah 1 ms, 1 ms, dan kurang dari 1 ms. Ini sangat cepat, menunjukkan hop ini sangat dekat dengan komputer Anda.
- Hostname/IP:
max-hd2-299d-ha1adalah nama host yang dapat dikenali dalam jaringan lokal Anda.192.168.111.1adalah alamat IP pribadi, yang sangat umum digunakan untuk router atau gateway di jaringan rumah atau kantor kecil Anda. Ini kemungkinan adalah router Wi-Fi atau modem Anda yang menghubungkan jaringan lokal Anda ke internet.
Hop 2:
1 ms 1 ms 1 ms balance-e69b [192.168.123.1]- Waktu: Waktu respons tetap sangat cepat, 1 ms untuk ketiga paket. Ini menunjukkan hop ini juga sangat dekat dan berada di jaringan lokal Anda.
- Hostname/IP:
balance-e69bmenunjukkan kemungkinan ini adalah router Peplink Anda (produk Peplink sering menggunakan "balance" dalam nama host mereka). Alamat IP192.168.123.1juga merupakan alamat IP pribadi dan berada dalam rentang yang berbeda dari hop 1, yang mengindikasikan perangkat jaringan yang berbeda dalam jaringan lokal Anda. Ini sesuai dengan skenario di mana router Peplink terhubung ke router/modem utama Anda.
Hop 3:
2 ms 2 ms 2 ms wlancontroller [192.168.2.1]- Waktu: Waktu respons sedikit meningkat menjadi 2 ms, tetapi masih sangat cepat. Ini masih kemungkinan berada di jaringan lokal Anda.
- Hostname/IP:
wlancontrollermenunjukkan perangkat yang berfungsi sebagai pengontrol untuk jaringan Wi-Fi Anda. Alamat IP192.168.2.1berada di rentang IP pribadi yang berbeda lagi, menunjukkan kemungkinan ini adalah perangkat terpisah atau antarmuka virtual pada salah satu perangkat jaringan Anda.
Hop 4:
2 ms 2 ms 2 ms 192.168.18.1- Waktu: Waktu respons tetap 2 ms.
- Hostname/IP:
192.168.18.1adalah alamat IP pribadi lainnya. Tanpa nama host, sulit untuk mengidentifikasi perangkat ini secara pasti, tetapi kemungkinan ini adalah perangkat jaringan lain di dalam infrastruktur lokal Anda, mungkin switch atau router lain.
Hop 5:
4 ms 5 ms 3 ms 36.83.226.1- Waktu: Waktu respons meningkat sedikit menjadi sekitar 3-5 ms. Ini mengindikasikan bahwa paket telah meninggalkan jaringan lokal Anda dan memasuki jaringan penyedia layanan internet (ISP).
- Hostname/IP:
36.83.226.1adalah alamat IP publik yang dimiliki oleh ISP Anda. Anda bisa menggunakan layanan "whois" online untuk mencoba mengidentifikasi pemilik blok IP ini.
Hop 6:
5 ms 7 ms 4 ms 180.252.1.182- Waktu: Waktu respons masih rendah, menunjukkan hop ini masih relatif dekat, kemungkinan dalam jaringan ISP yang sama atau ISP rekanan.
- Hostname/IP:
180.252.1.182adalah alamat IP publik lain yang kemungkinan dimiliki oleh ISP Anda atau penyedia infrastruktur jaringan di Indonesia.
Hop 7:
7 ms 5 ms 6 ms 182.253.255.18- Waktu: Waktu respons sedikit meningkat lagi, tetapi masih di bawah 10 ms.
- Hostname/IP:
182.253.255.18adalah alamat IP publik lain, kemungkinan masih dalam jaringan ISP di Indonesia.
Hop 8:
18 ms * 16 ms 180.240.190.109- Waktu: Waktu respons meningkat signifikan menjadi sekitar 16-18 ms. Ada satu tanda bintang (
*) yang berarti satu dari tiga probe mengalami timeout (tidak menerima respons dalam waktu yang ditentukan). Ini bisa disebabkan oleh kemacetan jaringan, konfigurasi firewall yang tidak merespons probe ICMP, atau masalah sementara lainnya. - Hostname/IP:
180.240.190.109adalah alamat IP publik, kemungkinan milik jaringan yang lebih jauh dari ISP Anda, mungkin di backbone internet yang lebih besar.
- Waktu: Waktu respons meningkat signifikan menjadi sekitar 16-18 ms. Ada satu tanda bintang (
Hop 9:
19 ms 15 ms 20 ms 142.250.174.104- Waktu: Waktu respons kembali stabil di kisaran 15-20 ms.
- Hostname/IP:
142.250.174.104adalah alamat IP yang berada dalam rentang yang dimiliki oleh Google (142.250.x.x). Ini menunjukkan bahwa paket Anda sudah memasuki jaringan Google.
Hop 10:
20 ms 20 ms 20 ms 72.14.235.235- Waktu: Waktu respons stabil.
- Hostname/IP:
72.14.235.235juga merupakan alamat IP milik Google.
Hop 11:
17 ms 17 ms 17 ms 142.250.47.96- Waktu: Waktu respons stabil.
- Hostname/IP:
142.250.47.96adalah alamat IP lain dari Google.
Hop 12:
17 ms 17 ms 17 ms 209.85.253.255- Waktu: Waktu respons stabil.
- Hostname/IP:
209.85.253.255juga merupakan alamat IP milik Google.
Hop 13:
17 ms 17 ms 17 ms 72.14.232.107- Waktu: Waktu respons stabil.
- Hostname/IP:
72.14.232.107adalah alamat IP lain dari Google.
Hop 14:
18 ms 17 ms 17 ms any-in-2678.1e100.net [216.239.38.120]- Waktu: Waktu respons stabil.
- Hostname/IP:
any-in-2678.1e100.netadalah nama host yang lebih spesifik dari server Google yang Anda tuju.216.239.38.120adalah alamat IP tujuan yang Anda berikan. Paket telah berhasil mencapai server tujuan.
Trace complete.
Pesan ini menandakan bahwa traceroute telah selesai mengirimkan probe hingga mencapai host tujuan atau batas maksimum hop yang ditentukan (30 dalam kasus ini).
Kesimpulan:
Jalur yang dilewati oleh paket data Anda menuju server Google ini adalah:
- Router lokal Anda (
192.168.111.1). - Router Peplink Anda (
192.168.123.1). - Kemungkinan pengontrol Wi-Fi atau perangkat lokal lainnya (
192.168.2.1). - Perangkat jaringan lokal lainnya (
192.168.18.1). - Memasuki jaringan ISP Anda (
36.83.226.1). - Beberapa hop di dalam jaringan ISP Indonesia (
180.252.1.182,182.253.255.18). - Melalui backbone internet yang lebih luas (
180.240.190.109). - Memasuki jaringan Google dan melalui beberapa router internal Google (
142.250.174.104,72.14.235.235,142.250.47.96,209.85.253.255,72.14.232.107). - Akhirnya mencapai server tujuan Google (
216.239.38.120).
Waktu respons secara keseluruhan sangat baik (di bawah 20 ms), menunjukkan koneksi yang cepat ke server Google dari lokasi Anda di Jakarta Utara, Indonesia. Tanda bintang pada hop 8 menunjukkan kemungkinan adanya masalah transient atau konfigurasi firewall yang tidak merespons semua probe ICMP.